OLEH :  dr.

Bạn đang xem: Influenza b là gì

Endriamãng cầu Svieta Lubis, MKK

Penyakit flu atau yang terkadang disebut sebagai penyakit influenza  pasti sudah tidak asing bagi kita  semua. Penyakit flu ini termasuk jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat terlebih padomain authority saat muslặng hujan dan musyên pancarocha (pergantian musim). Sehingga bisa dibilang bahwa penyakit flu merupakan penyakit musiman rợ Indonesia.  Flu merupakan penyakit infekđam mê saluran nafas yang menyerang manusia tanpa mengenal umur, jenis kelamin, dll. Umumnya penyakit flu bisa sembuh dengan sendirinya dengan masa inkubatê mê rata- rata selama 2 – 4 hari.

Penyakit flu disebabkan oleh vi khuẩn  influenza tipe A dan sering disebut dengan human influenza walaupun jenis penyakit yang disebabkan oleh vi khuẩn influenza tipe A ini tidak hanya penyakit human influenza, namun juga beberapa penyakit flu lain yang saat ini sedang mewabah di berbasợi negara, seperti flu Hong Kong , Swine flu atau flu babi, Flu burung, dll. Jenis penyakit flu yang saat ini sedang menghebohkan dunia adalah penyakit flu babi yang disebabkan oleh virut H1N1 serta diduga terdapat mutađắm đuối antara flu babi, flu burung, dan human influenza. Jenis flu ini telah menelan banyak korban di negara asalnya, yaitu Meksiko.

Hingga saat ini  belum adomain authority  vaksin khusus untuk flu babi karemãng cầu flu ini merupakan mutađắm đuối dari beberapa jenis virut flu lainnya. Selain itu, virut flu yang sudah tersedia saat ini juga belum diketahui pasti apakah bisa memberikan kekebalan saling silang terhadap flu babi ini. Oleh karemãng cầu itu, untuk menghindari terkena penyakit flu (apapun jenisnya), penting bagi kita untuk melakukan langkah – langkah pencegahan seperti dibawah ini:

Mencuci tangan setiap akan makan atau minum dan setelah bersentuhan dengan unggas atau binatang ternak lainnya. Menjaga kesehatan badan dengan cukup tidur, lahraga, makan makanan yang bergizi serta pintar  mengendalikan găng. Belajar untuk lebih peka terhadap imunitas / ketahanan tubuh serta peka terhadap makanan / minuman yang sebaiknya dihindari. Jauhi rokok dan alkohol  karena zat – zat yang terkandung dalam rokok dan alkohol berpotenmê man menurunkan daya tahan tubuh. Sebisa mungkin hindari melakukan kontak dengan penderita flu dengan cara mengurangi pergi ke tempat-tempat umum saat flu sedang mewabah. Bersihkan liang hidung setiap pulang dari bepergian. Bisa dengan menggunakan sabun sambil mengembus-embuskan udara hidung slama dibersihkan. Jangan menutup bersin atau batuk dengan tangan. Jika ingin bersin, tutup dengan tisue lalu segera membuangnya. Jangan sering – sering menyentuh muka. Virus flu bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Lakukan relaksamê man atau santai. Ini dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh.

A.  Definisi

Influenza yang dikenal sebatua flu adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus influenza tipe A, B dan bisa juga C.

Influenza merupakan suatu penyakit infekmê say akut saluran pernapasan terutama ditandẻo oleh demam, menggigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk non produktif.

Influenza adalah penyakit infekham yang dapat menyerang burung dan mamalia yang disebabkan oleh virut RNA famili orthomyxoviridae.

 

B.  Epidemiologi

Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di lingkungan masyarakat. Walaupun ringan, penyakit ini tetap berbahaya untuk mereka yang berusia sangat muda dan orang dewasa dengan fungđắm đuối kardiopulmoner yang terbatas. Juga pasien yang berusia lanjut dengan penyakit ginjal kronik atau ganggugan metabolik endokrin dapat meninggal akibat penyakit yang dikenal tidak berbahaya ini. Serangan penyakit ini tercatat paling tinggi padomain authority muslặng dingin di negara  beriklyên ổn dingin dan pada waktu musim hujan di negara tropik.  Padomain authority saat ini sudah diketahui bahwa padomain authority umumnya dunia dilanda pandemày oleh influenza 2-3 tahun sekali. Jumlah kematian padomain authority pandengươi ini dapat mencapai puluhan ribu orang dan jauh lebih tinggi dari padomain authority angka-angka padomain authority keadaan non-epidemik.

Risiko komplikamê say, kesakitung, dan kematian influenza lebih tinggi padomain authority individu di atas 65 tahun, anak-anak usia muda, dan individu dengan penyakit-penyakit tertentu. Pada anak-anak usia 0-4 tahun, yang berisiko tinggi komplikamê say angka morbiditasnya adalah 500/100.000 dan yang tidak berisiko tinggi adalah 100/100.000 populasay đắm. Pada epidemi influenza 1969-1970 hingga 1994-1995, diperkirakan jumlah penderita influenza yang masuk rumah sakit 16.000 sampai 2trăng tròn.000/epidemik. Kematian influenza dapat terjadi karena pneumonia dan juga eksaserbatê mê kardiopulmoner serta penyakit kronis lainnya. Penelitian di Amerika dari 19 muslặng influenza diperkirakan kematian yang berkairã influenza kurang lebih 30 hingga lebih dari 150 kematian/ 100.000 penderita dengan usia > 65 tahun. Lebih dari 90% kematian yang disebabkan oleh pneumonia dan influenza terjadi padomain authority penderita usia lanjut.

Di Indonesia telah ditemukan kasus flu burung padomain authority manusia, dengan demikian Indonesia merupakan negara ke-lima di Asia  setelah Hongkong, Thái Lan, Vietnam dan Kamboja yang terkemãng cầu flu burung pada manusia.  Hingga 5 Agustus 2005, WHO melaporkan 112 kasus A (H5N1) pada manusia yang terbukti secara pemeriksaan mikrobiologi berupage authority biakan atau PCR. Kasus terbanyak dari Vietphái mạnh, disusul Đất nước xinh đẹp Thái Lan, Kamboja dan terakhir Indonesia.  Hingga Agustus 2005, sudah jutaan ternak mati akibat avian influenza. Sudah terjadi ribuan kontak antar petugas peternak dengan unggas yang terkena wabah. Ternyata kasus avian influenza padomain authority manusia yang terkonfirmamê say hanya sedikit diatas seratus. Dengan demikian walau terbukti adanya penularan dari unggas ke manusia, proses ini tidak terjadi dengan mudah. Terlebih lagi penularan antar manusia, kemungkinan terjadinya lebih kecil lagi.

C.  Etiologi

Padomain authority saat ini dikenal 3 tipe virus influenza yakni A, B dan C. Ketiga tipe ini dapat dibedakan dengan daianevent.commplement fixasion kiểm tra.

Tipe A merupakan vi khuẩn penyebab influenza yang bersifat epidemik. Tipe B biasanya hanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan dari tipe A dan kadang-kadang saja sampai mengakibatkan epidemày. Tipe C adalah tipe yang diragukan patogenitasnya untuk manusia, mungkin hanya menyebabkan gangguan ringan saja. Virus penyebab influenza merupakan suatu orthomixovirus golongan RNA dan berdasarkan namanya sudah jelas bahwa vi khuẩn ini mempunyai afinitas untuk myxo atau musin.

Virus influenza A dibedakan menjadi banyak subtipe berdasarkan tanda berupa tonjolan protein padomain authority permukaan sel virut. Ada 2 protein petandomain authority virut influenza A yaitu protein hemaglutinin dilambangkan dengan H dan protein neuraminidase dilambangkan dengan N. Adomain authority 15 macam protein H, H1 hingga H15, sedangkan N terdiri dari sembilan macam, N1 hingga N9. Kombinamê mệt dari kedua protein ini bisa menghasilkan banyak sekali varian subtipe dari virut influenza tipe A.

Semua subtipe dari virus influenza A ini dapat menginfekđê mê unggas yang merupakan pejamu alaminya, sehingga vi khuẩn influenza tipe A disebut juga sebatua avian influenza  atau flu burung. Sebagian virus influenza A juga menyerang manusia, anjing, kudomain authority dan babi. Variađắm đuối virus ini sering dinamai dengan hewan yang terserang, seperti flu burung, flu manusia, flu babi, flu kuda dan flu anjing. Subtipe yang lazyên ổn dijumpai padomain authority manusia adalah dari kelompok H1, H2, H3 serta N1, N2 dan disebut human influenza.

Sekarang ini dihebohkan dengan penyakit flu burung atau avian influenza dimamãng cầu penyebabnya adalah virun influenza tipe A subtipe H5N1. Virus avian influenza ini digolongkan dalam Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).

D.  Sifat Virus Influenza

Virus influenza mempunyai sifat dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220C dan lebih dari 30 hari pada suhu 00C. Mati pada pemanasan 600C selama 30 menit atau 560C selama 3 jam dan pemanasan 800C selama 1 jam. Virus akan mati dengan deterjen, disinfekrã misalnya formalin, cairan yang mengandung iodin dan alkohol 70%.

Struktur antigenik vi khuẩn influenza meliputi antara lain 3 bagian utama berupa: antigene S (atau soluble antigen), hemaglutinin dan neuramidase. Antigen S merupakan suatu inti partikel virus yang terdiri atas ribonukleoprotein. Antiren ini spesifik untuk masing-masing tipe. Hemaglutinin menonjol keluar dari selubung virut dan memegang peran pada imunitas terhadap vi khuẩn. Neuramidase juga menonjol keluar dari selubung vi khuẩn dan hanya memegang peran yang minyên 8 padomain authority imunitas.Selubung inti virut berlapis matriks protein sebelah dalam dan membran lemak disebelah luarnya.

Salah satu ciri penting dari virut influenza adalah kemampuannya untuk mengubah antigen permukaannya (H dan N) baik secara cepat atau mendadak maupun lambat.Peristiwa terjadinya perubahan besar dari struktur antigene permukaan yang terjadi secara singkat disebut antigenic shift.

Bila perubahan antigene permukaan yang terjadi hanya sedikit, disebut antigenic drift. Antigenic shift hanya terjadi padomain authority vi khuẩn influenza A dan antigenic drift hanya terjadi padomain authority virut influenza B, sedangkan virus influenza C relatif stabil. Teori yang mendasari terjadinya antigenic shift adalah adanya penyusunan kembali dari gen-gen pada H dan N diantara human dan avian influenza virut melalui perantara host ketiga. Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa adanya proses antigenic shift akan memungkinkan terbentuknya vi khuẩn yang lebih ganas, sehingga keadaan ini menyebabkan terjadinya infeksay mê sistemik yang berat karemãng cầu sistem imun host baik seluler maupun humoral belum sempat terbentuk.  Sejak dulu diduga kondisay đắm yang memudahkan terjadinya antigenic shift adalah adanya penduduk yang bermukim didekat daerah peternakan unggas dan babi. Karemãng cầu babi bersifat renrã terhadap infekmê man baik oleh avian maupun human vi khuẩn makan hewan tersebut dapat berperan sebasợi lahan pencampur (mixing vesel) untuk penyusunan kembali gen-gene yang berasal dari kedua virut tersebut, sehingga menyebabkan terbentuknya subtiper virut baru.

E.  Patogenesis

Transmiyêu thích virut influenza lewat partikel udara dan lokalisasinya pada traktus respiratorius. Penularan bergantung pada ukuran partikel (droplet) yang membawa virut tersebut masuk ke dalam saluran napas. Pada dosis infeksius, 10 virus/droplet, maka 1/2 orang-orang yang terserang dosis ini akan menderita influenza. Virus akan melekat padomain authority epitel sel di hidung dan bronkus.  Setelah vi khuẩn berhasil menerobos masuk kedalam sel, dalam beberapa jam sudah mengalami replikaham. Partikel-partikel vi khuẩn baru ini kemudian akan menggabungkan diri dekat permukaan sel, dan langsung dapat meninggalkan sel untuk pindah ke sel lain. Virus influenza dapat mengakibatkan demam tetapi tidak sehebat efek pirogen lipopoli-sakaridomain authority kuman Gram-negatif. Masa inkubađê mê dari penyakit ini yakni satu hingga empat hari (rata-ratvào hùa hari).  Padomain authority orang dewasa, sudah mulai terinfekđắm đuối sejak satu hari sebelum timbulnya gejala influenza hingga lima hari setelah mulainya penyakit ini.  Anak-anak dapat menyebarkan virus ini sampai lebih dari sepuluh hari dan anak-anak yang lebih kecil dapat menyebarkan vi khuẩn influenza kira-kira ephái nam hari sebelum tampak gejala pertama penyakit ini.  Para penderita imunodaianevent.commpromise dapat menebarkan vi khuẩn ini hingga berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan.

Padomain authority avian influenza (AI) juga terjadi penularan melalui droplet, dimana vi khuẩn dapat tertaphái mạnh pada membran mukosa yang melapiyêu thích saluran napas atau langsung memasuki alveoli (tergantung dari ukuran droplet). Virus selanjutnya akan melekat pada epitel permukaan saluran napas untuk kemudian bereplikađê mê di dalam sel tersebut. Replikasi  virus terjadi selama 4-6 jam sehingga dalam waktu 10 singkat virut dapat menyebar ke sel-sel di dekatnya. Masa inkubaham virut 18 jam sampai 4 hari, lokađam mê utama dari infekham yaitu pada sel-sel kolumnar yang bersilia. Sel-sel yang terinfekmê mệt akan membengkak dan intinya mengkerut dan kemudian mengalamày piknosis. Bersamaan dengan terjadinya disintegramê mệt dan hilangnya silia selanjutnya akan terbentuk badan inklusay mê. Adanya perbedaan pada reseptor yang terdapat pada membran mukosa diduga sebagai penyebab mengapa virus AI tidak dapat mengadakan replikaham mê secara efisien pada manusia.

Xem thêm: Tê Chân Tay Là Bệnh Gì ? Nguyên Nhân Và Cách Điều Trị Tê Bì Chân Tay

F.  Gambaran Klinis

Pada umumnya pasien yang terkemãng cầu influenza mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batuk, pilek dan kadang-kadang sakit padomain authority waktu menelan dan suara serak. Gejala-gejala ini dapat didahului oleh perasaan malas dan rasa dingin. Pada pemeriksaan fisik tidak dapat ditemukan tanda-tanda karakteristik kecuali hiperemia ringan sampai berat pada selaput lendir tenggorok. Gejala-gejala akut ini dapat berlangsung untuk beberapa hari dan hilang dengan sponchảy. Setelah periode sakit ini, dapat dialami rasa capek dan cepat lelah untuk beberapa waktu. Badan dapat mengatatê mê infekham mê virut influenza melalui mekanisme produkđam mê zat anti dan pelepasan interferon. Setelah sembuh akan terdapat resistenđắm đuối terhadap infekmê mẩn oleh virut yang homolog.  Padomain authority pasien usia lanjut harus dipastikan apakah influenza juga menyerang paru-paru. Padomain authority keadaan tersebut, padomain authority pemeriksaan fisik dapat ditemukan bunyi napas yang abnormal. Penyakit umumnya akan membaik dengan sendirinya tapi kemudian pasien acapkali mengeluh lagi mengenai demam dan sakit dada. Permeriksaan radiologis dapat menunjukkan infiltrat di paru-paru.

 

G.  Komplikasi

Komplikađam mê yang dapat terjadi padomain authority virut influenza adalah: Pneumonia influenza primer, ditandẻo dengan batuk yang progresif, dispnea, dan sianosis padomain authority awal infeksi mê. Fokhổng lồ rongten menunjukkan gambaran infiltrat difus bilateral tanpage authority konsolidamê man, dimamãng cầu menyerupai ARDS. Pneumonia bakterial sekunder, dimana dapat terjadi infekđê mê beberapage authority bakteri (seperti Staphylodaianevent.comccus aureus, Streptodaianevent.comccus pneumonia, Haemophilus influenza).

 

H.  Pencegahan

Yang paling pokok dalam menghadapi influenza adalah pencegahan. Infekmê man dengan vi khuẩn influenza akan memberikan kekebalan terhadap infekđam mê virus yang homolog. Karena sering terjadi perubahan akibat mutađắm say ren, antigene pada virus influenza akan berubah, sehingga seseorang masih mungkin diserang berulang kali dengan jalur (strain) virut influenza yang telah mengalami perubahan ini. Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinamê man sekitar 70%. Vaksin influenza mengandung virus subtipe A dan B saja karemãng cầu subtipe C tidak berbahaya. Diberikan 0,5 ml subkutung atau intramuskuler. Vaksin ini dapat mencegah tejadinya mixing dengan vi khuẩn yang sangat pathogene H5N1 yang dikenal sebasợi penyakit avian influenza atau flu burung. Nasal spray flu vaccine (live attenuated influenza vaccine) dapat juga digunakan untuk pencegahan flu pada usia 5-50 tahun dan tidak sedang hamil. Vaksinasi perlu diberikan 3-4 minggu sebelum terserang influenza.Karemãng cầu terjadi perubahan-perubahan padomain authority vi khuẩn maka pada permulaan wabah influenza biasanya hanya tersedia vaksin dalam jumlah terbatas dan vaksinamê say dianjurkan hanya untuk beberapage authority golongan masyarakan tertentu sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi dengan kemungkinan komplikamê mệt yang fatal.

Ada beberapa kebiasaan yang di sarankan untuk dilakukan sebasợi upaya pencegahan lebih dini.

1.   Mencuci tangan Sebagian besar virut flu dapat menyebar melalui kontak langsung. Seseorang yang bersin dan menutupnya dengan tangan kemudian dia memegang telepon, keyboard komputer, atau gelas minum, maka virusnya akan mudah menular padomain authority orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut.

Virus mampu bertahan hidup berjam-jam bahkan hingga berminggu-minggu.Oleh karemãng cầu itu, usahakan untuk mencuci tangan sesering mungkin.

2.  Jangan menutup bersin dengan tangan Bila kita menutup bersin dengan tangan, maka virus flu akan mudah menempel padomain authority tangan dan dapat menyebar padomain authority orang lain.

Jika kita merasa ingin bersin atau batuk, gunakanlah tisu dan kemudian segera membuangnya.

3.  Jangan menyentuh muka Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, maupun mulut. Menyentuh muka merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh anak-anak yang terserang flu dan akhirnya menjadi cara mudah menularkan virus tersebut padomain authority orang lain di sekitarnya. 4.  Minum banyak air Air berfungsi untuk membersihkan racun dari dalam tubuh dan memberikan cairan pada tubuh. Orang dewasa yang sehat umumnya membutuhkan delapan gelas air per hari.

Bagaimamãng cầu menandẻo bahwa tubuh kita sudah mendapatkan cairan yang cukup?Jika warna urine berwarmãng cầu relatif jernih berarti tubuh kita mecó mendapatkan cukup cairan, sebaliknya jika berwarna kuning gelap berarti tubuh kita memerlukan lebih banyak cairan lagi.

5.  Mandi sauna Meskipun belum terbukti bahwa mandi saumãng cầu dapat berpengaruh terhadap pencegahan flu, namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mandi sauna tòng kali per minggu akan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang flu.

Hal tersebut mevới sesuai dengan teori bahwa ketika kita menghirup uap panas lebih dari suhu 80 derajat celcius akan menyebabkan virut flu akan sulit untuk bertahan.

6.  Menghirup udara segar Menghirup udara yang segar mesở hữu sangat penting bagi keseharã tubuh, khususnya di cuaca yang dingin karena cuaca seperti ini akan membuat tubuh menjadi renchảy terhadap virus flu.

7.  Lakukan olahraga aerobik secara teratur Olahraga aerobik dapat mempercepat jantung untuk memompage authority darah lebih banyak sehingga kita bernafas lebih cepat untuk membantu mentransfer oksigen ke paru-paru dan ke dalam darah. Olahraga ini juga akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh secara alangươi.

8.  Konsumsay đắm makanan yang mengandung phytochemical Phytochemical merupakan bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang berperan memberikan vitamin padomain authority makanan.

9.  Konsummê say yogurt Beberapage authority penelitian menunjukkan bahwa konsummê mẩn yogurt yang rendah lemak setiap hari dapat mengurangi risiko terserang flu sekitar 25 persen.

Bakteri menguntungkan yang terdapat di dalam yogurt diketahui dapat menstimulus produkmê mẩn sistem kekebalan tubuh untuk menyerang virus.

10.  Relaksasi Jika kita dapat mengajari diri sendiri untuk relaks atau santai, maka dengan sendirinya kita juga dapat mengaktifkan sistem imunitas tubuh.

Diduga ketika kita melakukan relaksaham mê, maka interleukin (bagian sistem imunitas yang merespon terhadap virut flu) akan meningkat dalam aliran darah kita.

Xem thêm: Hướng Dẫn Cài Sublime Text 3, Hướng Dẫn Cách Cài Đặt Sublime Text 3 Miễn Phí

Kesimpulan

Influenza merupakan suatu penyakit infekmê mẩn akut saluran pernapasan yang sangat menular dapat menyerag burung dan mamalia. Influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A, B dan C yang merupakan suatu orthomixovi khuẩn golongan RNA. Virus influenza tipe A mempunyai banyak subtipe, diantaranya H5N1 yang menyebabkan flu burung dan termasuk HPAI. Penularan virut influenza melalui droplet dan lokalisasinya di traktus respiratorius. Gejala klinis influenza adalah demam, sefalgia, mialgia, batuk, pilek dan disfagia. Komplikasay đắm influenza dapat terjadi pneumonia influenza primer dan pneumonia bakterial sekunder. Influenza dapat diobati secara simtomatik, dan dengan antiviral dapat memperpendek angka sakit. Pencegahan dengan vaksin bagi golongan yang memerlukan imunoprofilaksis.

Saran

Jagalah kesehatan sebatua anugrah terbesar sehingga kita terhindar dari virus influenza yang dapat mengganggu aktifitas kita sehari-hari dengan melakukan pencegahan di secara dini dan jangan lupa menjaga kebersihan baik dari badan, tempat, maupun pakaian karemãng cầu dengan kebersihan semoga kita terhindar dari virus tersebut. Jangan pernah dilupakan adalah lakukan olahraga yang teratur terukur sesuai dengan berat badan dan kondiđắm đuối tubuh kita.

Referenđắm đuối :

Tentang Flu Burung

ml.scribd.daianevent.comm/doc/130516673/Tentang-Flu-Burung



Chuyên mục: Kiến Thức